It's just my little's notes…

Ngumpul

Posted on: April 27, 2011

Sejak jumat pagi, sms bapak sudah beberapa kali muncul ke telepon selular kami, mengirim percik-percik kerinduan sesosok orang tua kepada anak-cucunya. Pun demikian ketika langkah kami masih di tengah perjalanan, dan rehat shalat jumat di suatu masjid. Sekitar pukul 1 siang kami tiba di kampung halaman kami, ketika kendaraan kami hampir memasuki plataran disamping rumah terlihat bapak sudah menunggu kedatangan kami diteras rumah.

Raut muka tua itu menjadi sangat sumringah melihat kedatangan kami dan seperti kebiasaannya beliau selalu mengangkat kedua tangannya keatas sebagai ekspresi kegembiraannya apabila bertemu dengan orang-orang yang dirindukannya.

Kembali pulang, anakku sayang
Kembali ke bilik malam
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
Tentang cinta dan hidupmu di pagi hari

(Surat dari Ibu – Asrul Sani, 1948)

Kami terakhir pulang kampung pada akhir Desember tahun lalu, alias 4 bulan kami baru bisa mengunjungi bapak dan ibu lagi, belum terlalu lama memang, namun rasa rindu sudah sangat mendalam seakan sudah lama sekali kami tidak bertemu, terutama bapak selalu menghitung hari apabila kami bilang atau berencana pulang kampung. Ternyata saling berkirim gambar, kabar dan suara belumlah cukup untuk menghapus semua kerinduan dan kiranya hanya pertemuanlah yang bisa membayar lunas rindu yang terpendam.

Yang saya bilang bapak ini adalah bapak mertua saya, meski bapak mertua namun kedekatan hati saya sebagai menantu seperti kedekatan antara anak dan bapak kandungnya. Ya bapak sangat menyayangi para menantunya sebagaimana bapak menyayangi anak kandungnya sendiri. Bapak mertua bagi saya adalah sosok pengganti bapak kandung saya yang telah wafat 16 tahun lalu.

Sebagaimana sebuah doa: rabbana hablana min azwaajina, wadzurriyatina, qurrata a’yuni waj’alna lil muttaqina imamaa.. Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Anak dan cucu adalah perhiasan di kala tua, penyejuk mata saat lanjut usia. Diusia senjanya seperti sekarang ini, yang menjadi kebahagian bapak dan ibu adalah ketika semua anak-anak dan keenam cucunya berkumpul, terlihat jelas sinar bahagia terpancar dari wajahnya ketika melihat kami dalam keadaan sehat dan menyaksikan tingkah polah cucu-cucunya. Terdengar berulang-ulang bapak mengucapkan kata “porem” istilah orang-orang dikampung kami yang kira-kira maksudnya adalah KEREN ABIS🙂 sanking senangnya hati beliau melihat semua anaknya bisa berkumpul.

Jika saya kaitkan dengan salah satu manfaat silaturahmi bisa memperpanjang umur, kiranya benar adanya karena dengan bertemu dan berkumpul dalam suasana yang menyenangkan, hati menjadi bahagia dan gembira, hilang segala kesedihan dan mengobati / mengurangi permasalahan yang ada.

Ketika tahu kami hanya bisa menginap satu malam saja, Bapak terlihat sangat kecewa, “durung mari kangenne je kok kesusu balik” (belum habis kangennya kok buru-buru pulang) ….ya bapak mengharapkan kami 2 hari tinggal disana, namun karena suatu urusan memaksa kami harus membagi-bagi waktu agar bisa terlaksana semua. Maafkan kami pak bu, sebenarnya kami juga sangat ingin berlama-lama disini.

Perpisahan sering mendatangkan kesedihan dan itulah yang terjadi ketika kami berpamitan esok harinya, dengan muka yang berkaca-kaca bapak – ibu mencium kening kami seraya berkata “hati-hati dijalan ya, doa bapak ibu selalu untuk kalian.

Dengan berat hati kami meninggalkan mereka, batin kamipun sedih ketika harus meninggalkan bapak ibu, tapi Insya Allah kami akan sering mengunjungimu untuk bisa ngumpul lagi dan doa kamipun akan selalu terlantun untukmu.. Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

You held me up when I was weak.
You hugged me close when tears I’d weep.
When things got hard, you pushed me through.
You always showed me you loved me true.
I know there were times I made you cry, and to this day,
I don’t know why.
For without you, where would I be?
I am thankful God gave you to me.
Thanks Dad for you are one in a million.

(Daddy – Laura Phipps, 1996)

34 Tanggapan to "Ngumpul"

wow… keren… ada dua puisi
yang terakhir puisinya dalem banget
muantaps

sedj

huhuhu..
sedih bacanya!
jadi inget orangtua di rumah😥

iya bund, bahagianya bila bisa selalu dekat dengan orang tua..

Senangnya ya berkumpul. Mbak, mau dong lengkapnya puisi pak Asrul Sani. Ada kenangan ketika bu guru bacain puisi itu pas reuni. Udah lama kucari, he..he,

iya mbak monda ntar saya kirim versi lengkapnya🙂

insya Allah, ahir pekan ini saya juga mau mudik..🙂

semoga lancar dan menyenangkan ya pak..

salam kenal juga Ummu

kalau sudah tua, aku mau mencontoh sikap Bapak terhadap menantunya. jarang ada bapak mertua sebaik beliau.

hmmm niat yang baik dan mulia Cen…

terutama bagi saya perantau, momen inilah yang paling saya tunggu terutama ketika lebaran tiba, Family is the best thing in life

saya pernah merasakan jadi perantau juga mbak…pulkam menjadi momen yg selalu ditunggu-tunggu..
salam kenal n syukron kunjungannya ya ..🙂

orang tua selalu merindukan anaknya, lewat telpon itulah cara mereka mengungkapkan rasa ingin bertemu. jadi keingetan saya belum juga bisa mengunjungi orang tua nih😦

orang tua selalu bahagia melihat anak-anak bisa berkumpul bersama mereka..
jadi terharu..

@mamah aline : iya mah, bapak tiap saat sms nanyain cucu2nya untuk mengobati kangernnya.

@Hilsya : benar hilsya, dia tdk pernah meminta harta, melihat anaknya sehat dan bisa ngumpul dg mereka itulah bahagianya.

jadi inget gimana senengnya nenek ama kakek ku dulu kalo keluarga ku pulang kampung..🙂
tapi alhamdulillah skg udh tinggal dekat ama mereka..

Tak pernah cukup Mbak….rasa rindu dengan orangtua tak akan pernah habis…..Hani juga kangen banget main kesini, udah lamaaaa banget Hani emang gak BW-BW..hanya sesempatnya saja..

Semoga Mbak dan keluarga senantiasa sehat, peluk sayangku buat mbak dan adik-adik juga Mbak….

Hani jadi rinduuu banget ama Bunda, baca ini Hani berkaca-kaca…padahal baru tengah Maret kemarin Hani pulang….

@fitrimelinda :duh senang ya fitri bisa ngumpul terus..
@Pendarbintang : kasih orangtua sepanjang masa..smg saya sbg anak bisa slalu berbakti kepadanya.

Salam Takzm
kalau saya dapat sms dari bapak
Tolong belikan bapak pulsa 20 ribu ke nomor ini 12345678 jangan hubungi bapak karena bapak sedang dikantor polisi
Tapi saya selalu jawab maap anda salah sambung
Memang semakin jauh merantau akan semakin datang rindu itu bund Smg masih terus pulkam ya bund
Salam Takzim batavusqu

ya jadi mengharu biru begini….sy berdoa utk ortu ya terus dilafalkan, keselamatan, kesehatan, kebahagiaan…senantiasa meliputi orgtua kami, amin.

@Batavusqu : terimakasih kunjungannya pak, salam takzim juga buat bapak.

@Ade truna : Amin doanya om..

Berkumpul bersama ayah dan ibu itu sangat indah
Ah aku jadi kangen nih🙂

wah “porem” ceritanya🙂

aduh meski aku pun belum berkeluarga, tapi klo pas kumpul2 ma sodara dan ponakan tuh subhanallah seneng bgt rasanya. apalagi bahagianya kedua orangtua pas cucu dan anak2nya datang kumpul..

salam ummu

@ Achoey : Senang jika selalu dekat dengan ortu.

@Triiz : iya dunk🙂

@maminx : jika ngumpul dalam suasana senang, selalu membahagiakan seakan lepas semua masalah bawaannya hepi terus🙂

duh, jadi pengen ngumpul lagi sama keluarga, lama sekali gak ngumpul.

so sweet..emg kampungnya dimana mbk, klo boleh tau??

Lintasberita says : pepatah lama bilang makan ga makan asal kumpul he he he he salam kenal ya dari blog umy >.<

Met akhir pekan ama keluarga MBak…oot:Hani senyum2 baca comment Om Batvsqu :d

jadi ingat, kami yang sama2 di Jakarta malah jarang banget bisa ngumpul sekaligus begitu semuanya *ngiri hiks*

jadi kangen bapak sama mama dech, dah hampir setahun ndak pulang, kalau pulng cuma sekali setahun saja, itupun pada hari raya idul fitri ……

pastinya
setiap orang tua akan
selalu mendo’akan anak-anaknya,
dimanpun mereka berada do’anya akan selalu terkabulkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
April 2011
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: