It's just my little's notes…

V-Day

Posted on: Februari 16, 2011

Akhir pekan lalu, saat kami sedang mencari keperluan olahraga untuk anak disalah satu pusat pertokoan yang cukup ramai di Semarang, saya sedikit terpana melihat pemandangan di sebuah toko buku terkenal, dipintu masuk toko terdapat berbagai bunga, souvenir dan gift art berbentuk love yang tersusun demikian menarik yang warnanya serba pink dan merah juga beraneka ragam bentuk coklat.

Ajakan untuk mengekspresikan kasih sayang

“Rupanya masih ada peringatan Valentine Day di hari gini” ujarku kepada suami “Jangan salah disini saja yang kelihatan sepi, kalau di Jakarta lumayan ramai“ kata suami. Sebelumnya saya pikir masyarakat kita sudah tidak ngeh dengan valentine karena saya tidak begitu melihat iklan atau promosi yang berlebih di stasiun tv tentang velentine tahun ini (atau mungkin saya yang tidak tahu ya 🙂 )dan saya merasa sangat senang karena budaya yang tidak jelas dan tidak ada tuntunannya ini sudah diabaikan orang namun dugaan saya salah karena perayaan ini ternyata masih banyak peminatnya.

tulisan-tulisan kecil sebagai ungkapan kasih sayang dari para pengunjung

Rizq dok

Bicara tentang Valentine’s Day atau yang biasa disingkat V-Day, konon bermula dari bangsa Romawi Kuno yang menetapkan bulan Pebruari sebagai bulan cinta dan kesuburan, disini bukanlah cinta yang berarti kasih sayang melainkan lebih dalam pemahaman hubungan seks atau making love dan bukan dalam artian effection yang berarti kasih sayang.

Perayaan cinta dibulan Pebruari ini mencapai puncaknya pada pertengahan bulan Pebruari dalam sebuah upacara yang disebut Lupercalian Festival, dimana para perempuan muda memasrahkan dirinya kepada para pemuda yang memillihnya dan harus melayani syahwat mereka tanpa syarat.

Berabad kemudian sebuah kelompok agamawan yang ingin menancapkan pengaruhnya di Istana Roma Pagan, banyak mengadopsi symbol dan ajaran paganisme Romawi ke dalam ajarannya sehingga Lupercalian Festivalpun dimasukkan sebagai salah satu hari peringatan ditempat peribadatan mereka. Hingga mitos Santo Valentinuspun (dan banyak mitos lain tentang valentine) dibuat untuk menyakinkan semua kalangan bahwa hari pertengahan Pebruari merupakan hari yang harus sungguh-sungguh diperingati dan dirayakan, dan kemudian mereka mengganti istilah Lupercalian Festival menjadi Valentine’s Day.

Kapan Valentine’s Day masuk ke Indonesia, katanya tidak ada yang tahu pasti, namun V-Day dipercaya masuk ke Indonesia dibawa oleh ekspatriat yang datang ke Indonesia dan pada awal tahun 80an V-Day mulai marak diperingati diberbagai kota besar yang kian hari perkembanganya semakin pesat sampai ke pelosok kampung di negeri ini dan merambah ke segala lapisan usia terutama kaum remaja.

Tentang maraknya perayaan V-Day ada dua kemungkinan jawabannya Pertama para pebisnis yang memasukkan momen V-Day ke dalam bussiness plan tahunan mereka, para kapitalis ini mencari celah agar segalanya bisa menjadi uang sehingga mereka mempromote momen ini sedemikian rupa untuk meraup keuntungan materi sebanyak mungkin. Mereka dianggap sebagai salah satu pihak yang berperan terhadap penyebaran V-Day hingga dikenal diseantero dunia.

Kedua Valentine’s Day jelas bukan budaya islam karena jelas datangya bukan dari agama islam dan tidak ada tuntunannya didalam islam, ini lebih merupakan globalisasi budaya dimana merupakan hasil budaya barat yang diinvasi ke seluruh belahan dunia. Bagi sebagian kalangan mungkin hal ini tidak perlu dicemaskan, namun dari pandangan akidah dan juga kesehatan jiwa, invasi budaya ini harus sungguh-sungguh dicermati dan diwaspadai karena bukan tidak mungkin hal ini merupakan penjajahan budaya ke seluruh dunia dan merupakan suatu kesengajaan dan terencana, hal ini dapat ditengarai dari pengakuan tokoh-tokoh tentang invansi globalisasi budaya ini :

Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum muslimin beralih agama (murtad), tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda islam yang jauh dari islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya,senang dengan kemaksiyatan, memburu kenikmatan hidup dan orientasi hidupnya hanya untuk memuaskan nafsunya…” (Pidato Samuel Zwemmer, dalam Konferensi Missi di Yerusalem, 1935)

Di dalam mata rantai kebudayaan barat, gerakan misi punya dua tugas : menghancurkan peradaban Islam dan membina kembali dalam bentuk peradaban barat. Ini perlu dilakukan agar si muslim dapat berdiri pada barisan budaya barat untuk melawan umatnya sendiri” (Samuel Zweimmer, Ketua Liga Yahudi Internasional dalam buka “Al Gharah ‘Alal ‘Alam Islamy”, hal 275)

Boleh jadi, dalam beberapa tahun mendatang sumbangan besar misionaris diwilayah-wilayah muslim akan tidak begitu banyak memurtadkan orang muslim, melainkan lebih banyak menyelengkan islam itu sendiri, inilah bidang tugas yang tidak bias diabaikan” (Harry Dorman, dalam Towards Understanding Islam mengungkapkan pernyataan seorang misionaris)

Lalu bagaimana pendapat para pemuka agama Islam diseluruh dunia tentang hal ini, mereka sepakat bahwa HARAM hukumnya bagi umat islam untuk ikut-ikutan merayakan hari valentine dengan tingkat partisipasi apapun bahkan meski hanya sekedar mengucapkan “Selamat Hari Valentine”

Yang menjadi dasar hukumnya antara lain :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban” (QS Al Isra’ :36)

Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut” (HR Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar.

Barangsiapa melakukan amal yang tidak dilandasai perintahku (Qur’an dan Sunnah), maka amal perbuatannya tertolak” (HR Ahmad).

Semoga kita dan generasi kita tidak termasuk dalam golongan yang lurus dalam aqidah dan tidak mudah ikut-ikutan atau melakukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya…amin

Sumber : Eramuslimdigest Edisi Koleksi 5 “DARK Of VALENTINES”

23 Tanggapan to "V-Day"

saya juga miris Um ngeliat anak muda (ciehhhh….) sekarang, gampang banget terpengaruh budaya ga jelas kaya gitu!😦

banyak generasi muda yang tidak tahu dan hanya ikut2an saja bun, harus ada langkah penyadaran untuk mereka biar tdk terjerumus kpd hal-hal yang tdk sesuai syariat.

Wah untung saya gak ikut ikutan kayak gitu ummu. Kan katanya siapa yang mengikuti suatu kaum maka dia termasuk dalam kaum tersebut ya.😀

Salam hangat ummu.

semoga kita terhindar dari hal-hal dpt mendangkalkan akidah..

Kayak gini aja tante…

Happy Valentine Die… buat para valentiner….
😀

betul om….ide kreatip🙂

tanpa hari itu pun kasih sayang akan selalu ada dalam keluarga kita bahkan setiap waktu

ummu… indah mau cerita yah.. dulu indah waktu smp ngerayain vdays loh… karna disekolah indah banyak temen2 nasrani…

huhu..dasar polos yah si indah ini…😦 huhuhu.
dulu indah yang uang sakunya cuma seribu perak per hari rela ga jajan berhari2..biar uangnya kekumpul n bisa beli cokelat buat dikasih ke temen2 pas vday..

*ugh!bodoh sekali si indah ini..huhuhu..
itu kejadian pas smp kelas 1 n 2..
kelas 3 indah udah agak nyadar kalo itu kebodohan.:mrgreen:
jadi.. ga lagi2 dah..

apalagi setelah tau sejarahnya,,,,🙂 dan ga ada syariatnya dalam islam untuk merayakan itu..
hemm,,,

mungkin hal ini jadi pelajaran indah..kalo punya anak nanti..ada baiknya sejak smp indah udah ngasih pengetauan tentang vdays..😀

hehe….. masalah makna hari kasih sayang itu sendiri..alangkah indahnya kalau setiaphari adalah hari kasih sayang….saling mencintai..saling berbagi..saling memberi..🙂

seperti ummu ini…setiap hari..memberikan tulisan tulisan yang inspiratif dan bermanfaat…🙂 sebagai wujud kasih sayang ummu sama indah n temen2 blogger yang lain ..:)

trimakasih indah kunjungan n ceritanya…semoga adik2 kecil kita menjadi generasi yang istiqomah n lurus akidahnya🙂
salam sayang selalu untukmu…

alhamdulillah saya ga ikut valentine-an mbak🙂

kalo saya sih valentine day nya tiap hari tuch ummu,,,,,he he he

selalu penuh kasih sayang dengan keluarga setiap hari ya mbak…

alhamdulillah aku ga ikutan ngerayain vday mbak..🙂

saya juga ga ikutan V-day😀

Fitri n Dina : sangat percaya n yakin itu🙂

secara sosialisasi tentang asal muasalnya V Day ini tidak banyak,, dan anak muda mana yang trend main ikut aja,,😦

perlu pemberitauan dari keluarga, sekolah…dan anak2pun harus mencari tahu biar tidakmudah asal ikut.

miris yah ngeliat vday masih aja dirayain dmn2. padahal udah tau kan sejarahnya kayak gitu😦

saatnya kita memberitahu dimulai dari sekitar kita🙂

Nongol lagi nih daku
Salam persohiblogan🙂

vavalentina
tidak untuk kita🙂

Terimakasih kunjungannya om… salam persohiblogan juga🙂

Yup… generasi muslim gak boleh jadi generasi pembebek suka ikut-ikutan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Februari 2011
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: