It's just my little's notes…

Empat Sehat Lima Celaka

Posted on: Februari 12, 2011

Dalam pelajaran sekolah tentang makanan dan kesehatan, terdapat jargon yang dihafal oleh banyak warga negeri ini yaitu empat sehat lima sempurna. Porsi makanan paling ideal, paling baik bagi kesehatan, menurut slogan buatan pemerintah itu, adalah nasi, sayur, lauk, buah dan susu. Memang benar, siapapun tak akan menampik jika disuguhi menu lengkap dengan komposisi ideal itu. Tapi apa itu semua selalu tersedia saban harinya di setiap acara bersantap warga negeri ini?

Badan Pusat Statistik merilis kabar bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Tentang garis kemiskinan sendiri, BPS masih menggunakan standar Bank Dunia yaitu ekivalen dengan US$ 2 perhari.

Masuklah ke warteg. Menu lengkap nasi dengan lauk, sayur dan buah alias empat sehat, hari ini tak cukup ditebus dengan sepuluh ribu rupiah. Asumsi ini meyakinkan kita bahwa ada 31 juta orang, dan entah berapa lagi, yang dipastikan daya dukung ekonominya tak sanggup menyediakan menu empat sehat itu. Maka secara etika, berkoar-koar tentang makanan enak di depan penduduk miskin adalah tabu alias tidak berempati. Melestarikan slogan itu di kalangan mereka berarti bertentangan dengan sila kedua: kemanusiaan yang adil dan beradab.

Jika empat sehat telah tak mungkin, maka lima sempurna adalah mimpi. Susu bukanlah barang yang lazim dikonsumsi oleh masyarakat tak mampu, meski mereka meyakini bahwa nutrisi susu sangat bermanfaat bagi manusia. Susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu.

Empat sehat lima sempurna. Setelah mengonsumsi makanan secara seimbang, minumlah susu untuk kesehatan Anda. Tapi berhati-hatilah meminum susu di negeri ini. Susu formula untuk generasi penerus bangsa terindikasi cemaran Enterobacter Sakazakii yang berbahaya. Bakteri Enterobacter sakazakii atau sesuai penamaan baru disebut Cronobacter sakazakii adalah bakteri patogen yang bisa menimbulkan penyakit. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Badriul Hegar mengatakan, bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak atau meningitis, adanya bakteri dalam darah (bakteremia), penyebaran bakteri patogen dalam jaringan darah (sepsis), radang usus halus dan usus bear (enterokolitis), hingga kematian sel (necrosis).

Masihkah kita percaya mentah-mentah slogan empat sehat lima sempurna? Bagi 31 juta warga pra-sejahtera slogan mahal ini adalah hal yang tak masuk akal, alias sama dengan takhayul. Namun bagi kalangan mampu, empat sehat tak bisa disempurnakan dengan sembarangan. Pemerintah belum mengumumkan susu yang tercemar bakteri ini, seolah mengindikasikan bahwa pemerintah membiarkan keresahan masyarakat. Banyak orang juga menilai sikap pemerintah sebagai keberpihakan pemerintah pada produsen kapitalis daripada rakyatnya sendiri yang terancam gangguan kesehatannya.

Well, jargon hidup sehat selalu terdengar di sekitar kita. Namun kita tak boleh lagi gampang dibodohi. Banyak ancaman kesehatan yang masih dibiarkan gentayangan pada makanan kita. Maka jangan gampang percaya. Hanya Tuhan saja yang bisa diyakini. Slogan dan jargon terkadang menipu. Bisa-bisa empat sehat lima celaka.

Sumber gambar : http://health.kompas.com/

15 Tanggapan to "Empat Sehat Lima Celaka"

Wah analisa Tante Rizka bener sekali soal ini…

Kalau dulu, ketika susu masih cenderung alami, susu adalah penyempurna gizi, tapi sekarang nggak ada jaminan bahwa susu adalah masih murni dan alami…

mendingan bikin susu sendiri aja ya tante…
seperti susu kedelai, kacang ijo dll

terima kasih infonya ya Ummu..
bener banget,,rasanya koq muluk-muluk ya slogan itu dikoar-koarkan..
seperti ada yg janggal, dan kontras banget..
semua mahal,dan tdk semua masyarakat kita mampu memenuhinya
tak heran banyak gizi buruk..
semoga tulisan ini menginspirasi banyak orang utk melakukan perubahan..
bisa diakali dengan nanem sayuran sendiri..
merah susu sapi sendiri..
selain sehat bagi lingkungan , juga sehat bagi kita semua..
makasih ummu…

haruskah menunggu ada ( banyak ) korban baru pemerintah bergerak? lupakah mereka dengan slogan mencegah lebih baik daripada mengobati?

menurut saya, susu ya tetap bagus untuk kesehatan, asalkan produksinya memenuhi standar kesehatan..

Sebenarnya Ummi, slogan ini seiring sejalan dengan sila kedua. Masalahnya kan harga melonjak tinggi sementara pendapatan masyarakat (umum) tidak ikut2an melonjak. Makanan bergizi menjadi semakin tak terjangkau oleh kalangan bawah. Lima sempurna jauh tak tergapai, belum lagi ada kasus susu berbahaya yg lepas sensor. Hmm, adalah tugas penyelenggara negara untuk memikirkan ini kembali..

saya dengar di Tv, pemerintah malah tertutup dan tidak mau menjelaskan mengenai ancaman / gejala dan produk susu apa saja yang berbahaya. jadi binggung gini:mrgreen:

hmmm….seingatku, kedua anakku mengonsumsi susu formula dus sedikit sekali dibandingkan air susu ibunya yg deras saat itu. Sekarang sih, rutin mengonsumsi susu danc*w dus, nadya umur 3,5 thn dan salma 9 thn.

Pagi Mbak….

kangen….

*peluk-peluk dulu*

Btw, mau komment tentang susunya aja…sekarang hani udah gak konsumsi susu tiap pagi kek dulu lagi semenjak maag akut yang hani derita dan juga kemarin dokter bilang kandungan empeduh yang produksi suka naik Hani gak boleh makan makanan yang berlemak😦

Ya sudah,,,,,yang penting nutrisi terpenuhi gak harus dari susu, darai kacang)

Semoga ponakan-ponakanku di sana sehat….peluk sayang🙂

Assalaamu’alaikum UmmuRizka…

maaf mbak, baru bermain di blog ini. Alhamdulillah, bisa BW hari ini walau sibuk juga dengan tugasan harian di rumah.😀 Semoga sehat ya mbak.

Tulisan yang banyak informasi untuk dimanfaatkan bersama terutama tentang pemakanan sihat yang seharusnya diberi kepada semua rakyat.

Saya baru mendengar istilah empat sehat lima sempurna ini sebagai satu kempen kerajaan untuk semua rakyat Indonesia mengambil berat tentang kesehatan. Kalau di Malaysia, kempen kesihatan ini di namakan “Amalkan Gaya Hidup Sihat.” lalu diiklankan cara pemakanan sihat dan riadah yang sepatutnya semua rakyat ambil dan lakukan. sebenarnya banyak lagi cara memperolehi kalsium selain susu. kadang susu tidak elok diminum selalu kerana mempunyai mudharat yang lain.

Semoga kita selalu sehat dalam mengambil nutrimen yang sesuai dengan nutrien yang diambil.

Salam manis dan sayang selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.

Kmaren saya senang mendengarkan penjelasan Bu Menkes tentang pemberian ASI saja pada bayi hingga berusia 6 bulan dan selanjutnya didampingi dengan PASI. Namun memang banyak hal yang menyebabkan ibu2 memberikan susu formula kepada bayinya, terutama yang pekerja.
Semoga kesehatan kita sekeluarga selalu terjaga ya, Mbak…🙂

Susunya kan tidak harus susu formula. Susu kedelai juga sehat🙂😀

susupun berbahaya😦

Waduh… ini orangnya kemana yak ?

sekarang kan slogannya bukan 4 sehat 5 sempurna lagi, tapi jd pedoman gizi seimbang😀
udah mulai banyak disosialisasikan pedoman tersebut. hehehe *just for info😀

thanks infonya mbak…trims kunjungannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Februari 2011
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: