It's just my little's notes…

Perang Pemikiran

Posted on: Januari 12, 2011

Seorang ibu guru berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya, ditangan kirinya ada kapur dan ditangan kanannya ada penghapus, sang guru berkata “saya punya permainan caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, ditangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “KAPUR!” jika saya angkat penghapus ini maka berserulah “PENGHAPUS” murid-muridnyapun mengerti dan mengikuti petunjuk dari ibu guru tersebut. Ibu guru berganti-ganti mengangkat tangan kanan dan kiri, semakin lama semakin cepat, tanpa kesulitan murid-murid menyebutkannya.

Beberapa saat kemudian ibu guru kembali berkata,”Baik sekarang perhatikan, jika saya angkat kapur, maka berserulah “PENGHAPUS!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “KAPUR!” . Dan dilanjutkankanlah permainan ini, tentu saja diawal murid-murid kerepotan dan kelabakan serta sulit untuk merubahnya, namun lambat laun mereka dapat beradaptasi dan tidak mengalami kesulitan lagi.

Permainan berhenti, kemudian sang guru memberikan penjelasan kepada murid-muridnya tentang maksud permainan tadi, “Anak-anak begitulah fenomena tentang umat islam saat ini, mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil, kita begitu jelas dapat membedakannya, namun kemudian musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara untuk membalik sesuatu dari yang haq menjadi bathil dan sebaliknya”.

Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita namun karena terus disosialiasikan dengan cara-cara yang menarik dan sangat halus oleh mereka, lambat laun kita akan terbiasa dengan cara mereka dan kita mulai mengikutinya, karena musuh-musuh kita tidak akan pernah berhenti membalik nilai sebelum kita mengikuti milah mereka.

“Orang-orang kafir tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS Al Baqoroh :120)

Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, selingkuh dan zina menjadi sesuatu yang biasa, pakaian mini menjadi trend, sex before married menjadi suatu hiburan, materialistis, permisive dan hedonis kini menjadi suatu gaya hidup pilihan dan lain-lain” semuanya sudah terbalik dan tanpa disadari, kita sedikit demi sedikit menerimanya serta menjadi suatu hal yang biasa.

Cerita permainan diatas merupakan gambaran bagaimana cara-cara musuh-musuh Islam untuk menjauhkan umat islam dari agamanya dengan membalikkan nilai agama islam yang haq menjadi yang bathil yang dilakukan tidak dengan cara frontal atau perang fisik karena mereka tahu sangat sulit melawan umat Islam secara fontral/perang fisik namun dengan cara sedikit demi sedikit memasukkan nilai-nilai yang tidak islami (yang tidak sesuai syar’i) ke dalam sendi kehidupan umat Islam sehingga kedatangan dan keberadaannya tidak disadari karena dianggap sebagai perkembangan dari suatu budaya dan teknologi.

Dan itulah yang dinamakan ghazwul fikri atau perang pemikiran yaitu upaya-upaya gencar pihak musuh-musuh Allah subhanahu wata’ala untuk meracuni pikiran umat Islam agar umat Islam jauh dari Islam, lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis sampai ke akar-akarnya.

Kenyataannya perang pemikiran merupakan cara yang jitu untuk membalik umat islam dari pemahaman agamanya yang haq antara lain dengan cara pendangkalan aqidah, membuat keragu-raguan akan kebenaran Islam, pengrusakan moral & akhlaq generasi muda, penyesatan dan pemurtadan baik secara langsung maupun melalui media massa sebagaimana fenomena yang terlihat saat ini yang tengah melanda umat Islam.

Ya Allah lindungilah diriku, keluargaku, saudaraku muslimin dan muslimat dari kejahatan kaum kafir dan jadikan hati kita cinta terhadap Islam dan berilah kekuatan untuk selalu menda’wahkan dan memperjuangkannya. Amin ya Rabbal ’alaimin

*) Tulisan ini terinspirasi dari tulisan sahabat blog Zico Alviandri dalam tulisannya Umat Yang Tergulung.

Sumber :
1. Media dakwah Edisi 8 tahun I – 18 April 2002
2. Alsofwah.or.id – situs dakwah dan informasi Islam

22 Tanggapan to "Perang Pemikiran"

Kadang juga tradisi dan mitos mengalahkan akidah Mi!😦

ya bun, pemahaman agama yang tipis itulah yang menjadi makanan empuk dan makin mudah bagi musuh untuk membalikkan aqidah umat islam.

mengomentari rujukannya:
alsofwah or id
sangat setuju banget, rujukan yang tepat
saya paling hobi berkelana kesitu
sepakat…

sedj

@Sedjatee: sedikit mengkoreksi saja. tak ada rujukan setepat Al Quran. wallahu a’lam.

saya pernah mendapat pelajaran, Perang Pemikiran juga bisa dari 3 F :
1.Fun = banyak sekarang film2 yang merusak akidah
2.Fashion = banyak umat muslim ikutan2 fashion yang banyak mengumbar aurat
3.Food

banyak hal2 tabu yang malah menjadi trend sekarang ini

Ya ummi
memang demikian adanya
moga generasi kita terjaga

keterbatasan ilmu juga menjadi penyebabbya,..

mari kita selamatkan dien dan generasi muda agar senantiasa terjaga.

Ya, kita memang harus senantiasa istiqomah…!

maka bersyukurlah kita masih dipertemukan dengan qur’an dan hadits sebagai landasan menjalankan syariat islam…
Sehingga dg mengaji mengerti halal haram, haq dan bathil, surga dan neraka….
*Nice Info bu🙂

dan itu telah cukup sukses dilakukan oleh orang2 munafik JIL yg membolak balikkan kebenaran ISLAM dan mempertanyakan kebenaran Al Quran dan sunnah.

semoga Allah memberi mereka hidayah, atau laknat atas mereka !

itu merupakan ancaman dari dalam om…

sebenarnya tdk ada istilah ancaman dr dalam.
hakikatnya mereka tetap berada di luar sebagaimana kata Allah dalam Al Munafiqun.
…..Demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian mereka kafir, lalu dimetrai atas hati mereka, maka mereka tidak dapat mengerti. ….
… Mereka itulah musuh, maka berwaspadalah terhadap mereka. Allah mencelakakan mereka. Bagaimanakah mereka dipalingkan?
…….
wallahu a’lam

Sebenarnya pelajaran ini telah diajarkan saat ada peskil di sekolah2/kampus. Namun tetap saja banyak yang terjerumus😦

harus terus diwaspadai keberadaannya yakan mbak untuk menyelamatkan dienullah.

lanjut ummi. semoga kita semua selalu menjaga istiqomah🙂

terimakasih atas postingnnya,,
bisa sebagai cermi dan pengingat..

Pulang main futsal, bikin postingan narsis
blokwaking ke sini😀

hmm kita harus berpegang kuat pada Qur’an dan Sunnah agar bisa menghadapi segala tantangan yang menghadang..

Aku suka dengan cara penyampaian seperti ini. Sederhana tapi bermakna.
Terima kasih

Hikz… TT_TT
sedih dengernya…
kenyataannya, ummat muslim sendiri udah kerepotan ngebedain mana yang salah mana yang bener…
apalagi kalo anak mudanya neladanin orang yg lebih tua yg ternyata punya perilaku salah…
udah bener-bener ga bener.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Januari 2011
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: