It's just my little's notes…

Khadimat dan Majikan

Posted on: November 19, 2010

Belum hilang dalam ingatan kita tentang berita penyiksaan / penganiayaan beberapa TKW yang bekerja diluar negeri seperti Siti Hajar, Siti Nurjanah dll, sekarang kabar tak sedap itu terdengar lagi adalah Sumiati TKW asal Bima Nusa Tenggara Barat yang baru bekerja bulan Juli 2010 lalu telah mendapatkan penyiksaan yang teramat kejam dari majikannya di Arab Saudi.

Penyiksaan, kesewenangan, penindasan dan sejenisnya adalah hal yang tidak dapat ditolerir dalam Islam namun ironisnya dari kasus yada ada tidak sedikit kaum muslimin yang melakukannya…sungguh memprihatinkan😦

Bicara tentang pembantu atau khadimat katakanlah begitu bagi TKW yang bekerja untuk rumah tangga dan itu juga yang biasa disebut di Indonesia merupakan orang yang membantu majikan untuk mengurus pekerjaan rumahnya agar pekerjaan si majikan menjadi lebih ringan.

Apabila dilihat dari segi namanya ”pembantu” … ya berarti tugasnya hanya membantu bukan mengerjakan keseluruhannya, namun seringnya seorang pembantu dituntut untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah mulai dari mencuci, memasak, membersihkan rumah, mengasuh anak dll yang mulai dia kerjakan dari sejak bangun tidur subuh hingga menjelang tidur malam dan apabila pekerjaan si pembantu tidak sesuai harapan si majikan mereka langsung mendapatkan hukuman yang terkadang hukuman itu sangat diluar kemanusiaan.

Sekilas pekerjaan rumah merupakan pekerjaan yang ringan namun sebenarnya pekerjaan yang melelahkan…saya sangat bisa merasakan hal itu ketika si mbak (biasa saya memangil untuk yang membantu dirumah saya) lagi pulang kampung, saya harus mengurus semua pekerjaan rumah dan ketiga anak saya…kayaknya pekerjaan tidak habis-habis dan badan terasa amat lelah selesai mengerjakannya.

Dengan adanya pembantu di rumah justru kita harus berterima kasih kepada mereka yang telah meringankan pekerjaan rumah kita, tanpa mereka terutama sebagai ibu rumah tangga yang juga sekaligus bekerja diluar rumah seperti saya akan kewalahan mengurus rumah dan mengasuh anak-anak bahkan bisa kesulitan dalam bekerja karena tidak mungkin membawa anak terus menerus ke tempat kerja.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan pada diri pembantu selama mereka tidak sangat keterlaluan dan masih bisa ditolerir perilakunya harus banyak pemakluman atas kekurangannya ya mereka rata-rata berpendidikan rendah dan berasal dari keluarga yang kurang berada jadi perlu maklum adanya sekiranya ada perilaku dan hasil kerja mereka tidak sesuai dengan yang kita inginkan (apalagi jika mereka belum berpengalaman).

Apabila menghadapi yang seperti ini bersabar adalah lebih baik dan adalah tugas kita untuk menyadarkan mereka apabila berperilaku kurang baik dan itu merupakan ladang dakwah kita kepada sesama.

Rasulullah SAW mengajarkan bagaimana adab kita kepada khadimat sebagaimana sabdanya :

”Mereka (hamba sahaya) adalah saudaramu dan pembantumu. Maka siapa yang merasa saudaranya di bawah kekuasaanmu harus memberi makan dari apa yang dimakannya dan diberi pakaian dari apa yang dipakainya dan jangan memaksa kepada mereka apa –apa yang tidak dapat mereka kerjakan. Kalau kamu menyuruh mereka mengerjakan pekerjaan yang berat maka bantulah mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadist diatas, Rasulullah sangat memperhatikan kedudukan seorang budak yang pada ketika itu menjadi milik majikannya apalagi kepada seorang khadimat yang merdeka harusnya lebih sangat diperhatikan. Mereka harus dipenuhi hak-haknya antara lain diberi gaji yang sesuai, tidak membedakan makannya, diperhatikan perasaannya, dihargai pendapatnya dan dianggap sebagai anggota keluarganya. Kepada para khadimat juga jangan lupa menyampaikan terimakasih kepadanya ketika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik juga meminta maaf kepada mereka jika melakukan kekhilafan. Ketika khadimat diperlakukan dengan baik oleh majikan dan sebaliknya khadimatpun berbuat baik dengan majikan Insya Allah hubungan antar keduanya akan terjalin dengan baik dan penyiksaan atau penindasan tidak akan terjadi.

37 Tanggapan to "Khadimat dan Majikan"

Kejadian yang terus berulang, kapan ya TKW kita bisa lebih aman n nyaman kerja di LN..

sedih saya setiap mendengar kabar yang spt ini. sungguh, pemerintah perlu menekan agar setiap tenaga kerja yg dibawa PJTKI diserahkan di depan KBRI kepada majikannya sekaligus penandatangan kontrak.

SBY sudah ikut komentar tuh,
dubes Saudi juga dah bicara,
mudah2an keadilan bisa ditegakkan…

setuju Ummu Rizka, (~_*). yuh, kita hargai betapa mulianya orang (pembantu/rewang/babysister) yang berkenan membantu segala kerepotan dirumah.

:)…. untuk TKW, ini sebagai cermin, betapa masih banyaknya teman-teman kita yang “terpaksa” TKW demi berharap “Kehidupan layak”.

Tugas kita, benahi apa yang ada disekitar terdekat kita :)…

masalah tekawe memang tidak ada habisnya.. yaah mudah2an gak ada lagi penyiksaan oleh majikan..

Miris mendengarnya,, kedepannya TKW tidak hanya mendatangkan devisa buat negara tetapi keselamatan kerja mereka diperhatikan,,

iya ummu, pekerjaan rumah yang tampak ringan itu sebenarnya sangat melelahkan. Menjaga perasaan sang khadimat dan menghargai pekerjaannya seharusnya tidak sulit bagi majikan ya.

Kalau soal TKW, apa ga ada kebijakan dari kedua negara ya? ga ngerti aku.

Assalaamualaikum Umi… Indah kembali menyapa di hari mulia ini. Maafkan Indah kalau lama tidak mengunjungi Umi. Selamat Hari Raya Aidil Adha buat Umi dan keluarga di Indonesia.

Membaca posting Umi, Indah turut bersedih atas apa yang menimpa pembantu Indonesia. manusia seharusnya dilayan dengan cara kemanusiaan yang dimuliakan Allah. Mereka membantu untuk mencari rezeki halal bagi diri dan keluarga sehingga sanggup berjauhan menahan rindu dan kasih yang ditinggalkan. Sedih ya Umi, kalau diperlakukan sedemikian.

Salam rindu dari Indahkasihku buat Umi tersayang.😀

yup setujuuuu..
padahal kalao pembantunya pulang kampung pasti bakalan kerepotan dia hahaha😀
jangan semena-mena karena itu mendzolimi orang namanya ^^

Semoga semua orang punya pemikiran kaya Mbak,….

Pembantu kan juga manusia sangat tidak dianjurkan memperlakukan mereka dengan semena-mena karena di mata Allah semua kedudukan manusia itu sama….

Salam sayang selalu Mbak…

Semoga kita dijauhkan sikap2 demikian,,,

kabar yg menyayat hati…

sungguh terlalu…🙂

kasihan sekali para tkw kita, para pahlawan devisa itu

binatang pasti tak akan jatuh di lubang yang sama.. negara ini sering jatuh di lubang yang sama dengan sadar

iya ya mbak.
sebenarnya pemerintah kita ini sudah berbuat sesuatu belum sih?
saya tidak berniat menodong atau menghujat pemerintah.
tapi kan ini kejadiannya ada di luar negeri.
jadinya mau tidak mau urusannya harus lewat jalur negara, gak boleh secara personal.
soalnya juga sudah masuk wilayah hukum juga.

dan karena hak menangani masalah itu sudah dipegang pemerintah bukan lantas kita sebagai saudara sebangsa diam saja hanya melihat.
kita memang tidak bisa berbuat secara langsung, tapi ada cara-cara lain yg lebih rasional untuk kita lakukan.
sepertiii…membuka lapangan pekerjaan mungkin? agar para TKI itu mengurungkan niatnya pergi ke luar negeri.

salam kenal mbak dari Tegas!
http://tegasramadhan.wordpress.com/

yah bagaimana” juga
kebiasaan orang arab emang seperti itu sih

kok ada ya manusia yang kejam gitu, kayak ngak punya rasa kemanusiaan lagi. ngak tega liatnya

Susah juga sih, kalo majikan sudah dikuasai syaitonnirrojim, nggak di luar negri atau dalam negri, semua jadi beringas😦
Semoga takkan terjadi lagi penyiksaan terhadap khadimat..

sebenarnya terlepas dari minim skill/keterampilan TKW Indonesia, mereka para juragan mempunyai nurani yang dilandasi sunah rasulullah (ato mereka tidak pernah mengaji???)….padahal devisa negara arab dari umat Indonesia yang menunaikan ibadah haji besar sekali

[…yah lagi2 nasib anak bangsa ]

Banyak jiwa yang jauh dari Tuhan
Dan bermodal majikan berbuat seenaknya
Menyedihkan

Assalaamu’alaikum Ummu Rizka…

Saya turut terkesan sedih dengan apa yang menimpa mereka. mengapa harus menjauh dari sifat insani yang dimuliakan Allah. kerana iulah Allah mengingatkan bahawa manusia ini bisa lebih beriman dari imannya malaikat, malah lebih hina dari binatang.

Kedua-duanya berlaku kerana khdmat akal. Jika akal diguna dengan baik, maka baiklah manusia. Jika sebaliknya, ternyata layak mereka dinamakan manusia bertopeng syaitan. Wal’iyazubillah.

Salam sayang dan mesra selalu buat mbak di sana.

tidak adanya ketegasan dari pemerintah indonesia membuat mereka semakin teraniaya

waah emang parah tuh orang saudi
ga punya hati ckck

subhanallah…padahal jasanya besar lho kalo kita renungkan..

Kapan negara kita bisa menerima TKA ” tenaga kerja asing “untuk bekerja di bidang rumah tangga

Uho~ Uho~ kasian juga sih kalo disiksa begitu, aplgi ga dihaji. Apa si majikan ga punya perasaan ya sampe-sampe pembantunya digitukan😦

[…] semakin lama koq semakin ramai dan ngawur ngeping nya, tapi yang jelas tidak ada maksud lain dengan postinganku ini, hanya sekedar […]

Pikirkan lagi bagi mereka yang akan cari nafkah di negeri orang, hidup sederhana berkumpul dengan keluarga lebih utama dan sehat jasmani rohani.

ngeri banget pedahal berkerja di luar negeri, mau lari juga susah…lagi2 ekonomi jadi faktor pendukungnya, pedahal…😦

kalo si Seleb menjadi TKW di Arab
kira-kira dijadikan apa sama majikannya ya?
hehehe… salam sukses…

sedj

Semoga tak ada “sumiati-sumiati lainnya”, pahlawan devisa yang nestapa…

Arab Saudi memang negara yang menerapkan hukum Islam secara keseluruhan. Namun bukan berarti seluruh rakyatnya memahami ajaran Islam. Bahkan di sanapun ada orang-orang yang bisa dikatakan awam dalam masalah syariat, ada yang tersesat atau menganut agama non Islam. Kita mungkin “terkecoh” dengan sebutan negara Islam jadi seluruh rakyatnya harus baik. Sayangnya tidak demikian.
Di zaman Rasulullah pun masih ada orang yang mencuri, berzina dan mabuk. Apatah lagi di zaman penuh tantangan ini.

salam kenal..

capek yah, waktu jadi pembantu. padahal mereka juga manusia kan..

saya juga setuju kalo mestinya kita yang terimakasih.
mereka kerja ke kita tuh sama dengan kita kerja di kantor.

jadi,,, stop kekerasan

Mungkin… di Arab Saudi masih pada kebawa budaya jahiliyah dimana ada perbudakan. Maka begitulah mereka memperlakukan TKW. Padahal Nabi Muhammad sudah datang kesana dan meluruskan budaya tersebut. kini, terulang kembali.

Kasian bgt mbak Sumiati ampe mulutnya di gunting, parah gila ih tuh yg nyiksa Sumiati. Semoga majikan Sumiati yang nyiksa itu nerima balasannya nanti ma Allah, dan semoga bu Sumiati dan TKW-TKW lainnya yang pernah mengalami penyiksaan di ampuni dosa-dosa nya, amin..

kasian ya tkw, tapi emang susah sih ngatur orang jutaan di negeri orang

salam kenal

hiyaa… kenapa ya kok ampe segitunya sesama manusia. apakah tidak terbetik, bahwa kita diciptakan berbeda-beda .. adalah untuk saling mengenal dan saling menyayangi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: