It's just my little's notes…

Muhasabah

Posted on: November 5, 2010

Saya sangat terkesan dan mendapat pencerahan kembali membaca tulisan Bp.Mudjahirin Thahir (budayawan dan guru besar fakultas sastra Undip) pada “kolom Hikmah” di koran Suara Merdeka Rabu beberapa waktu yang lalu.

Dalam tulisannya yang berjudul Muhasabah beliau mengulas tentang orang yang hidupnya tidak seimbang dalam berinteraksi kepada Allah dan dalam berinteraksi dengan sesama manusia sebagaimana dicontohkannya sebagai berikut.

Adalah seorang yang mengaku ahli ibadah atau seorang abid, dimana orang ini tidak pernah meninggalkan sholat fardhu bahkan sholat sunahpun ditunaikan. Setiap selesai sholat dia selalu berdoa “Allahumma yassirlana likulli umurina (ya Allah mudahkanlah segala urusan kami).

Namun orang ini ini heran dan mengeluh dia merasa sudah menjalankan ibadah dengan baik akan tetapi semua doa-doa yang dia panjatkan tentang semua permasalahan hidup yang dirasakankannya saat ini dimana keluarganya yang kurang harmonis dan anak-anaknya selalu membuat keributan belum juga diijabah oleh Allah SWT.

Selidik punya selidik ternyata orang ini dalam hidupnya suka mempersulit urusan orang, dalam prinsipnya jika sesuatu bisa dipersulit kenapa dibuat mudah, karena adanya sebuah tendensi dibalik itu semua yaitu ingin memperoleh keuntungan berupa imbalan.

Dalam contoh lain tidak sedikit orang dalam setiap selesai sholatnya tidak pernah lupa berdoa agar diampuni segala dosanya, namun dalam kehidupan sehari-hari dia seorang pendendam, tidak mau memberi dan meminta maaf kepada sesamanya ketika berbuat khilaf.

Menurutnya melihat kehidupan habbluminnas orang-orang tersebut (contoh diatas) yang tidak begitu baik, bisa jadi Allah menunda mengabulkan doanya karena adanya perilaku yang kontradiktif antara apa yang dia minta kepada Allah dengan sikap dan perilaku kesehariannya. Wallahua’lam hanya Allahlah yang tahu jawabnya, namun logikanya bagaimana mungkin Allah akan memberi kemudahan jika dirinya sendiri selalu mempersulit urusan orang lain dan bagaimana Allah mau mengampuni dosa-dosanya sedangkan dirinya sendiri seorang pendendam dan teramat pelit untuk memaafkan kesalahan orang lain.

Dari contoh diatas dapat menjadi bahan renungan dan evaluasi diri kita masing-masing bahwa :

Dalam hidup harus ada keseimbangan dalam memenuhi hak Allah (menjalankan amalan-amalan ruhiyah) dan dalam memenuhi hak sesama manusia (dengan berbuat baik kepada sesama) agar menjadi selaras dan mendapatkan kebaikan di dunia serta kebaikan di akhirat.

Dalam berdoa tidak hanya sekedar mengucapkan kalimat-kalimat yang hanya meluncur dari mulut saja namun harus menghadirkan hati, pikiran dan harus diimbangi dengan perbuatan yang baik, sebagaimana firman Allah SWT (QS Al Anbiya : 90)

‘Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami”

Sumber gambar :Jaharuddin.wordpress.com

29 Tanggapan to "Muhasabah"

makasih ya atas ceritanya,, saya jdi ingin salalu untuk dapat mengerjakan perbuatan2 yang baek… amien.🙂

ayo lakukan kebaikan demi kebaikan dan smg mendpt kebahagiaan di dunia dan akhirat

di doalah kekuatan sejati hidup ini …… bener ummu?!

jadi harus seimbang ya antara hablum minallah dengan hablum minannas

Assalaamu’alaikum UmmuRizka….

Apa khabar Mbak ? Senang dapat kembali menyapa sahabat baik di sana. pasti sedang istirehat panjang bersama keluarga di penghujung pekan ini.

Alhamdulillah…. satu muhasabah diri yang sangat mengesankan saya. Membaca tulisan mbak ini membuat saya terus muhasabah diri atas pelbagai perkara yang menjadi ujian Allah kepada saya. Ternyata banyak hikmahnya di sebalik segala ujian yang dihadirkan.

Jangan kita berburuk sangka dengan Allah sehingga mengeluh kenapa doa kita tidak dimakbulkan segera oleh Allah sedangkan kita merasakan kita telah melakukan banyak perkara baik dalam hidup kita.

Kita menjaga hubungan kita dengan Allah sebagai satu kewajiban yang diperintahkan tanpa kita sedari kita selalu melupai hubungan kita dengan sesama manusia dan makhluk lain. Hubungan diplomasi yang baik antara 3 aspek tersebut akan memuqarrabkan kita dengan Allah dan Allah akan memudahkan segala urusan kita.

Terima kasih mbak atas pesan yang sangat baik dan berguna ini. Hati ini harus dididik lagi untuk terus bersyukur dengan Allah dan karuniaNya. Amiin.

Salam sayang dan rindu selalu dari saya di Sarikei, Sarawak buat mbak di sana.😀

jalan-jalan pagi nih ummu… memang seharusnya kita sebagai manusia harus bisa menghadirkan Allah SWT di setiap ikhtiar kita di dunia yaa… benar-benar harus bersyukur. Apalagi melihat banyak saudara yang terkena musibah…benar2 harus bersyukur…

Sebuah pencerahan di malam hari🙂 menambah ilmu dan iman sekaligus, paket lengkap nih…

Klo kita yakin terkabul, pasti tterkabul.Janji Allah ga akan meleset sedikit pun….

sebuah tulisan yang berkesan
kita harus selalu mengevaluasi diri
sebagai momentum meningkatkan ibadah
sukses selalu..

sedj

marilah kita menghisab diri kita sebelum kita dihisab oleh Yang Maha Kuasa😀

selalu yakin bhwa apa yg kita lakukan itu adalah buat kebaikan kita

melalui tulisan ini penulis sudah melakukan amar ma’ruf, makasih ya sudah mengingatkan…🙂

Wah inspirational sekali postingan dan buku yang ummurizka baca tuh. Setuju banget harus seimbang ya secara vertikal dan horizontal, habluminallah dan habluminannas. Makasih jadi diingatkan nih.🙂

Tawazun atau seimbang dalam segala hal adalah hal yang ideal untuk bisa mengapai kebaikan didunia dan akhirat. makasih banyak pak kunjungannya.

Ehm blon jadi bapak, masih muda belia – hehe PD. Sama2 ummu makasih kunjungannya juga🙂

Assalamualaikum Mbak…

Haduh, Mbak..
beberapa hari ini aku sering dihinggapi virus pikun, yang merasa udah ninggalin comment tp belum, heeeee

Jadi kemarin cuma baca doang, ijin mau baca lagi yah……

Mbak….

Habis ini kembali lagi setelah bikin daily report..heeeee

Waalikum slam sukses selalu ya Hani, yang penting jangan kena virus lupa makan he….

Jadi Hubungan sama manusia dgn manusia, manusia dengan Tuhannya memang harus imbang ya, Mbak??

Ya, iyalah Allah sudah menciptakan semua yang di dunia ini kan dengan seimbang….

Semoga kita senantiasa diberikan-Nya kemudahan dengan jalan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan dan mahluk-Nya.

Salam sayang selalu, Mbak…Juga buat kakak ganteng dan adik lucu🙂

assalamualaikum ummurizka..

sayogia kita perlu muhasabah diri dari detik ke detik, iya kan?
banyak pedoman dari entri mbak ummu ini.

membaca ini jadi ikut bermuhasabah,,
kadang urusan dengan manusia lebih pelik, kalo kita mengambil haq orang lain untuk ampunannya harus meminta redha orang yang punya atau mengembalikan ke pemiliknya, sedangkan untuk dosa yang dilakukan dengan yang diatas langsug, iA kalau taubatan nashuha akan diampuni secara Dia Maha Pengampun dan Pengasih..

Sangat menginspirasi. Dalam hidup kita memang butuh keseimbangan agar tidak berat sebelah😀

selamat malam sobat…….
salam BW….🙂

Orang-orang dalam contoh di atas sepertinya membatasi ibadahnya pada ibadah secara khusus seperti shalat dan doa. Padahal ibadah sangat luas termasuk berbuat baik kepada orang lain. Bahkan tersenyum kepada saudaranya bisa dinilai sebagai ibadah. Namun ternyata orang-orang ini mengabaikannya.

Mengenai ahli ibadah yang keluarganya kurang harmonis, saya kira dia juga harus memeriksa rizki yang dia berikan untuk keluarganya. Saya yakin rizki yang didapat dari jalan yang haram (seperti uang suap) akan berpengaruh terhadap perilaku diri dan keluarganya.

Lebih jauh setiap menemui permasalahan seperti ini, maka dia juga harus memeriksa aqidahnya sendiri. Apakah sudah lurus atau masih bengkok.

Salam Ummi

Indah kembali. Rindu sama Umi setelah lama tidak muncul di dunia maya. Indah sibuk sekali. Iya…. mungkin untuk muhasabah diri juga setelah banyak hal berlaku. Kini Indah kembali tenang.

Doakan Indah ya Umm. Hidup ini banyak memberi peringatan bahawa perjalanannya tidak selalu tenang. Lebih banyak badai dan onak yang dilalui untuk menguji iman kita. Tulisan dan pesan Umi di atas banyak menyedarkan Indah. Terima kasih Umm.

Salam rindu dari Indahkasihku buat Ummi tersayang di sana.😀

Senang Indah kembali menyapa, saling mendoakan ya Indah semoga semua berjalan dengan baik dan sesuai harapan kita.
Salam rindu n sayang juga untuk Indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: