It's just my little's notes…

Pelajaran Dari Sebuah Kematian

Posted on: Oktober 5, 2010


Sabtu dini hari tanggal 2 Oktober kemaren kita dikejutkan adanya kecelakaan kereta api yang terjadi di stasiun Petarukan Pemalang antara KA Argo Anggrek jurusan Jakarta – Surabaya dengan KA Senja Utama jurusan Jakarta – Semarang. Akibat kecelakaan ini menyebabkan banyak korban meninggal dan luka baik berat maupun ringan.

Sesaat saya terhenyak, ketika mendengar berita musibah tersebut yang pertama kali kami dapatkan dari teman suami saya dipagi buta itu. Dia menanyakan keadaan suami saya saat itu apakah baik-baik saja. Kenapa teman suami saya menanyakan hal itu karena sebagai seorang pelanjo, suami saya setiap jum’at malam sering naik KA Senja Utama dari Jakarta untuk pulang ke Semarang. Alhamdulillah karena dinas luar kota suami saya bisa pulang ke Semarang lebih awal dan tidak naik kereta api naas tersebut. Deretan kata syukur berulangkali saya ucapkan atas perlindungan Allah untuk keselamatan suami saya.

Diantara para korban akibat kecelakaan tersebut ada salah satu teman karib suami saya yang turut menjadi korban meninggal, tercekat mulut kami ketika mendengar beliau menjadi korban meninggal, meski saya tidak begitu kenal dengan teman suami saya ini namun saya bisa merasakan kepedihan keluarga yang ditinggalkan terutama ketika melihat ketiga anaknya yang masih kecil-kecil dan lucu-lucu, hanya kalimat “kami ikut berduka mbak…sabar ya mbak..” yang mampu saya ucapkan kepada istrinya yang terlihat sangat tegar, selebihnya saya tak mampu berkata-kata lagi saya tergugu dalam tangis, demikian juga suami saya terlihat sangat terpukul sekali atas kepergian sahabat karibnya. Selamat jalan pak, semoga Allah menerima segala amal kebaikanmu, mengampuni dosa-dosamu serta menempatkan dirimu ditempat terbaik disisi Allah SWT. Amin.

Dari peristiwa ini dapat saya ambil ibroh bahwasanya maut merupakan hal yang ghoib dan menjadi rahasia Allah. Maut tidak pernah memandang umur, tidak memandang keadaan sehat atau sakit, tidak memandang waktu dan tidak memandang tempat serta tidak memandang sesorang dalam keadaan beriman ataupun penuh dosa. Jika Allah menghendakinya tak satupun makhluk didunia ini yang sanggup menahan dan menghindarinya

Mengutip tulisan Zirlyfera Jamil dalam majalah Ummi edisi 10 Februari 2008, dari sebuah kematian ada pelajaran berharga yang didapat darinya, seperti sabda Rasullullah SAW,…cukuplah kematian itu menjadi pelajaran bagimu…. (HR Ath Thabrani).

Pelajaran pertama, didapat dari proses kematian.
Ada banyak kematian yang menguras banyak waktu, pikiran, tenaga dan harta, karena sebelum menuai ajalnya simayit mengalami penderitaan yang panjang. Ada juga kematian yang mudah dan tidak memberatkan bagi sanak keluarga. Proses kematian yang kedua inilah yang sering diharapkan banyak orang, sementara jika menyaksikan proses kematian yang sulit dan panjangpun menyisakan doa agar tidak menimpa diri sendiri.

Pelajaran kedua, dari akhir hidup seseorang.
Rasulullah bersabda “jangan engkau kagumi amal seseorang hingga kamu menyaksikan bagaimana akhir amalnya (HR.Ath-Thabrani)
Artinya banyak orang yang semasa hidupnya banyak beramal sholeh namun akhir hidupnya dalam kemaksiatan, dalam kondisi meragukan aturan Allah, menentang sunnah rasulullah atau menzalimi hamba-hamba Allah. Sebaliknya banyak juga orang yang kita pandang hina dan buruk juga kita benci justru di akhir masa usianya mampu bertobat, menebar manfaat dan kebaikan, menyebarluaskan silaturahim, menundukkan kesombongan, menepis dendam,iri dan dengki sehingga kebersihan hati mengiringi kepergiannya yang abadi.

Pelajaran ketiga, dapat kita ambil dari sikap dan perilaku orang yang ditinggalkan si mayit. Bagaimana kehidupan si mayit akan dikenang oleh orang-orang yang mengenalnya? Sebagai pembawa kebaikan atau kesusahan. Apakah simayit termasuk orang yang sulit diingat keburukannya atau sulit diingat kebaikannya.

Dari banyak pelajaran kematian diatas di sisa umur yang ada semoga kita mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dalam mengabdi kepada Allah SWT, menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya serta meneladani Rasulullah SAW sebelum lonceng kematian datang memanggil.

Dan pelajaran terakhir adalah akhir seperti apakah yang akan songsong kelak ketika menghadapNya? Harapan dan doa yang selalu kita panjatkan adalah akhir yang Husnul Khatimah. Amin ya Allah.

sumber gambar :resca.wordpress.com

28 Tanggapan to "Pelajaran Dari Sebuah Kematian"

Kalo ingat mati, takut sekali dosa tp aneh nya klo lagi maksiat boro2 inget T_T itu teh kenapa ya??

orng bijak adalah orng yg mengingat mati😀

klo dalam urusan ibadah kita harus selalu ingat mati, seolah-olah kita hidup tinggal sehari lagi. Tapi klo dalam masalah keduniaan justru kita harus berpikir panjang seolah2 kita akan hidup selamanya!
bertenangan ga sich?…😀

unkapannya malah mengingatkan ku akan hadist nabi nih……..hhe

semoga kita semua mati dalam keadaan khusnul khatimah. aaminn

Semoga kita semua mati dalamkeadaan khusnul khotimah, amin.

Salam kenal Mbak, articlenya bagus banget, bisa menjadi reminder buat kita🙂

Makasih yah!

Belajar dari kasus kecelakaan KA di pembukaan artikel ini, semoga saja kita tidak menjadi takut naik kereta dan bersantai2 tidur di atas kasur. Karena saya pernah dengar khotbahnya Pak Zainuddin tentang ini. Beliau berkata, lebih banyak orang yang meninggal di atas kasur daripada di saat perjalanan.. Pesan moralnya, semoga kejadian itu tidak lantas membuat kita takut melakukan perjalanan. Lebih bijak jika kita mempersiapkan diri menghadapi kematian.. Semoga kita termasuk dari orang2 yang berakhir Husnul Khatimah Ya Ummi, Amin Ya Robb;

Semua yang datang dari Alloh, akan kembali kepada-Nya…

benar ukhti, hidup adalah misteri. hidup adala kisah yang tidak tau kapan ujungnya datang. Kecelakaan itu merupakan gambaran bahwa kita harus selalu ingat padanya agar kita selalu siap dan berbuat kebaikan

Semakin kita mengingat mati,maka akan semakin khusyu’ juga kita dalam melaksanakan Ibadah.

akan menjadi saat-saat yang sulit dilupakan
berita kematiannya benar-benar menghentak
jabat tangan terakhirnya masih terasa
dan akan terus memunculkan kenangan setiap kali berjalan
Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu
Wa akrim nuzulahu, wa wassi madkhalahu
Wa a’idzhu min adzaabil qobri wa adzaabinnaar
Wa adkhilhuljannata ma’al abror…

sedj

amin…ditunggu tulisan senadanya?

Ternyata tulisan saya hari ini senada dengan milik Ummi. Tapi tentang perkereta apiannya yg senada;

setuju kalo inget mati pasti yang dilakuin hal yang baik pastinya semoga panjang umurnya aminnnnnnnnnn

saya ikut berduka…
semoga pelayanan dan keamanan kereta api makin makin meningkat, kecelakaan kek gini dah terlalu sering..
:
:
dan pelajarannya… itu sangat bagus, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung “amiin”

ahh..makasi untuk postingannya mbak..🙂

Beruntunglah bagi manusia yang bisa mengambil hikmah dan peringatan atas kejadian kematian…

Salam,

aku hanya mampu memperlajari, betapa jeleknya pengaturan lalulintas kereta api dinegeri ini.

Pelajaran kematian? cuma bisa tunduk dan berdo’a

bLoGwaLkinG aja lagi dech…!
ditunggu kunjungan baliknya yach!
Hatur tengkyuw😀

setiap kisah apapun akan ada akhir yang harus dilewati, baik sinetron,cerita hidup,pengalaman hidup dan semuanya tentang kisah akan ada akhirnya begitu pula hidup kita, kematian bukanlah karena kecelakaan, kecelakaan hanyalah syareat yang menyebabkan mati karena diluar sana masih banyak orang yang celaka tapi tidak mati, yang menyebabkan kematian bukanlah kecelakaan namun kita akan mati karena takdir sang ilahi robby

Orang yg cerdas adalah mereka yg sering mengingat mati dan mempersiapkannya dengan memperbanyak amal sholeh🙂

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Tragedi perkeretaapian yg merenggut nyawa cukup sering terjadi dan berulang-ulang. Sangat memprihatinkan😦

Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian (Al hadits)
Thankz buat pencerahannya, dzadjakillah khairan katsira🙂

iya Mi, ikut mrinding sedih dsb pas diceritain pak Ismoyo.

Sesuatu yang di luar dugaan akan terjadi secepat itu

Maut memang menjadi rahasia Allah…

Semoga kita semua dimatikan dalam keadaan khusnul khotimah, amin!

assalamualaikum ummurizka..
saat ajal dan kematian tiada siapa dapat menduga. justeru sentiasa menuntut agar kita semua mengingati mati dan mengingati Allah swt..
salam kenal dari tetangga Malaysia..

assalamu’alaikum
mohon ijin berkunjung….
kematian, bagi saya mengajarkan satu kata negatif bernama ‘kehancuran’.
Tapi di saat yang sama, saya begitu banya belajar kata positif bernama “bangkit”, “tegar”, “cinta”, “tanggungjawab”, “mewujudkan mimpi”, “melindungi”.
Beberapa tahun setelah kedatangan kematian (ibu dan ayah saya), saya juga paham, bahwa kadang kematian bukanlah hukuman bagi kita yang masih hidup, tapi wujud cinta dari sang khalik, agar kita mengenal kata-kata positif di atas….

setelah datang kehidup pasti akan datang kematian,,,
sebaik baik orang yang pinta itu..orang yang selalu ingat dengan kematian.salam

saya stress mendengar kata lalulintas di bandung: semrawut…karena salah satu penyebabnya gorong2 yang selalu di bongkar gali ….

Semua orang pada akhirnya akan mati dan bagi kita yang masih hidup perlu mengambil pelajaran darinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mutiara Kata

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Oktober 2010
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Top Rated

Blog Stats

  • 158,282 hits

Favorit link

%d blogger menyukai ini: