Posted by: ummurizka on: Februari 25, 2011
Ngobrol dengan teman atau saudara memang menyenangkan, namun adakalanya saking asyiknya menjadikan obrolannya jadi ngalor – ngidul bahkan tidak jarang tanpa sadar membicarakan aib orang lain.
Hal semacam ini juga sering kita temui baik ditempat umum, dilingkungan rumah, di kantor dan lain-lain. Seperti juga yang sering saya temui dilingkungan saya bekerja, awalnya hanya membicarakan tentang pekerjaan namun lama-lama obrolannya melebar kemana-mana akhirnya jadi nggosip, ghibah (bergunjing), ngomongin aib orang apalagi jika tidak senang melihat orang lain senang.
Tidak mudah memang untuk menghindar jika sudah terperangkap dalam jerat teman yang awalnya hanya ngobrol biasa namun berujung ngomongin kejelekan orang, seperti yang tidak jarang saya alami. Saya merasa tidak enak jika langsung memotong pembicaraannya atau langsung pergi begitu saja khawatir teman menjadi tersinggung apalagi jika mereka usianya lebih tua, jika usianya lebih muda saya bisa langsung bilang “dilarang nggosip”, dan biasanya mereka langsung ketawa dan berhenti ngomongin orang.
Padahal kalau kita ingat (karena semua orang pastinya sudah tahu hukumnya ya kan … namun seringnya lupa
) kalau ghibah atau mengunjing atau membicarakan aib orang lain itu hukumnya haram / dosa.
“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan sangka-sangka (dugaan terhadap sesama muslim), karena sebagian sangka-sangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari aib (keburukan). Dan janganlah sebagian kamu mengumpat yang lain. Sukakah salah seorang dari kamu memakan daging saudaramu yang telah mati (bangkainya)? Maka kamu tentu kamu benci memakannya, takutkan kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lahi maha penyayang” (Qs Al Hujurat :12)
Bahkan menggunjingkan aib orang lain meski yang dibilangkan itu benarpun termasuk ghibah (kecuali ghibah yang diperbolehkan misalnya melaporkan perbuatan aniaya kepada penegak hukum).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah mengghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim)
Agar terhindar atau tidak terlibat dari ghibah saya telah menemukan tips yang Insya Allah manjur antara lain :
1. Selalu ingat larangan ghibah pada saat berbicara.
2. Sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan, tentunya dengan cara yang tidak menyinggung perasaan teman yang mengajak bicara.
3. Menghindarkan diri dari arena ghibah misalnya tidak berlama-lama ngobrol dengan teman yang suka ghibah.
4. Berjanji kepada diri sendiri untuk sebisa mungkin tidak membiarkan orang lain menjadikan diri sendiri sebagai sasaran empuk untuk ghibah.
Mudah-mudahan Allah menjauhkan diriku & keluargaku juga kita semua dari perbuatan yang tidak terpuji ini, amin.
sumber gambar : abughifari.wordpress.com
sama-sama masbro ini juga sebagai pengingat diri saya sendiri kok…amin donya
Zaman sekarang yang sering nggosip bukan hanya ibu2, bapak2nya juga. Kadang saya juga ikut-an. Ups…!
Thanks telah diingatkan.
Hal buruk yang akhirnya menjadi kebiasaan di setiap pertemuan. Semakin lama ngobrol tentu akan tercipta celah yang akan membawa obrolan ke hal-hal demikian. Syaitan selalu pintar membuat celah tersebut sehingga manusia banyak terjerumus di dalamnya.
Semoga kita terjaga dari hal-hal yang mendatangkan mudharat yang asalnya dari syaitan.
postingannya menohok dan menceramahi saya. hik saya orangnya kadang emang suka ngomongin orang. Saya coba deh, buat hilangin kebiasaan ghibah ini ![]()
Syukran ukhti
Gosip di gosok makin sippp…
Bener banget, Mbak…
Berghibah sudah jadi mendarah daging ![]()
Kalau memang tak bisa membelokkan topik pembicaraan, saya berusaha untuk meninggalkan kelompok yang sedang bergosip itu saja…
Semoga kita selalu terhindar dari ghibah…
amin..amin, semoga ya mbk.
tips yg bermanfat
yah blom apdet
Duh saya termasuk yang sering keceplosan juga tuh. Meski suka susah ninggalin kerumunan klo lagi pada ngomongin orang lain tuh. Makasih udah diingatkan, semoga bisa lebih baik nanti, amin..
salam hangat
Ummu kemana aja nih. Btw mohon di terima ya award dari saya di http://maminxblog.com/asyik-dapat-award/
saya tahu ummu udah dapet award tersebut, tapi saya pengen ngasih aja. Suatu kehormatan kalau ummu sudi nerima award nya, makasih
serem yah kalo tau balasan bagi mereka yang suka ghibah…
bener banget perempuan yg suka berghibah…
makasih ya ummi…atas nasihat penuh makna ini
nggosip emang asyik ya Ummu sampe lupa waktu dan lupa diri kalo sebenarnya diri kita juga banyak aibnya. Kita memang harus selalu mengingatkan karena kita sering lalai meski sudah tahu ilmunya.
selama yang digossipin bukan saya sih gapapa mbak… kalo ternyata saya yg digossipin… hwuaa dZIg~
ehehehe…
salam~
Februari 25, 2011 pada 3:50 am
Terimakasih ya Ummi, sudah diingatkan. Saya kadang2 juga kebablasan (tapi kadang2 lho, hehe). Doakan ya Ummi, biar saya terhindar dari yang seperti itu;